ARTIKEL

diposkan pada : 05-10-2017 13:46:29 PLTS Oelpuah NTT

Agustus lalu, saya dan beberapa jurnalis dari Indonesia dan Malaysia diundang ke Provinsi Xinjiang, Tiongkok. Sepanjang perjalanan dari satu tempat tujuan ke tujuan lain, dari tujuan peliputan bisnis dan ekonomi sampai tujuan wisata, ada satu hal yang menarik perhatian: Tiongkok giat mengembangkan energi listrik terbarukan melalui turbin angin dan panel surya. Di Xinjiang, provinsi yang didominasi gurun pasir, sinar matahari melimpah sepanjang tahun. Rumah penduduk yang terletak menyebar di padang pasir, dilengkapi dengan lembaran panel penangkap sinar matahari atau solar home system (SHS) yang bisa memenuhi kebutuhan listrik sebuah keluarga. Pemerintah Tiongkok tahun ini membangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia, dengan kemampuan menghasilkan 200 Mega Watt peak (MWp). Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dibangun di Gurun Gobi ini bakal menyuplai kebutuhan listrik untuk sekitar 1 juta rumah tangga.


Secara cepat, Tiongkok mengejar posisi Jerman sebagai produsen listrik tenaga surya terbesar di dunia. Dua pertiga dari panel surya dunia diproduksi di negeri Tirai Bambu itu. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rida Mulyana, mengatakan potensi PLTS di Indonesia sangat besar. “Teman-teman di Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM pernah menghitung, katanya 560 Gigawattp,” kata Rida, ketika saya kontak Senin siang, 28 Desember. Dia baru saja pulang dari Kupang, menghadiri peresmian PLTS di Desa Oelpuah, Kabupaten Kupang.


Tahun 2014, total produksi listrik tenaga surya dengan sistem photovoltaic (PV) yang menggunakan panel pengangkat sinar surya untuk dikonversi secara langsung menjadi tenaga listrik menjadi 178 Gigawattp. Ada penambahan 40 Gigawattp dalam satu tahun saja. Kontribusi energi listrik tenaga surya sekitar 1 persen dari total bauran energi listrik dunia. PLTS yang dibangun oleh PT LEN Industri sebagai Independent Power Producer (IPP) di Kabupaten Kupang berkapasitas 5 Megawattp. Uji coba sudah dilakukan dalam dua pekan sebelum diresmikan oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo pada Minggu, 27 Desember, dan berhasil memproduksi 4 MWp.


Proyek yang berdiri di atas tanah seluas tujuh hektare itu menelan investasi 11,2 juta dolar AS. Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, meski hanya 5 MWp, bagi Kupang pasokan dari PLTS ini merupakan tambahan yang cukup signifikan. “Daya efektif listrik di Kupang adalah 68 MW,yang sebenarnya sudah memasuki situasi krisis karena reserve margin-nya sangat minimal,” kata Sudirman sebagaimana ditulis dalam siaran persnya.

Saat ini juga masih terdapat antrian yang pemasangan listrik hingga 64 MW. Kawasan industri terpadu Kupang juga sebenarnya sudah siap. Hanya saja terkendala pasokan listrik. Sistem PLTS Grid-Connected yang digunakan pada PLTS ini memungkinkan pembangkit tenaga surya ini bekerja secara paralel dan terhubung langsung dengan jaringan listrik utama sehingga tidak menggunakan sistem baterai karena listrik yang dihasilkan langsung dialirkan ke jaringan listrik eksisting pada siang hari. “Karena sistem on-grid, maka listrik langsung bercampur dengan pasokan dari PLN. Tergantung kebutuhan. Rata-rata untuk rumah tangga sekitar 150 – 150 watt sehari kebutuhannya,” ujar Rida.

Dimulai di Bali pada era SBY
Mengingat potensinya, maka Indonesia tergolong terlambat masuk ke pengembangan PLTS. Padahal, Indonesia berada di garis khatulistiwa dengan sinar surya berlimpah. Selama ini, pengembangan listrik tenaga surya dilakukan dengan skala rumah tangga menggunakan SHS. Yang memiliki skala besar terpusat, tersebar letaknya, kebanyakan di kawasan timur Indonesia.


Pada Februari 2013, Menteri ESDM saat itu, Jero Wacik, meresmikan dua PLTS sistem PLTS Grid-Connected di dua lokasi, yaitu Bangli dan Karangasem, Provinsi Bali, dengan total daya masing-masing sebesar 1 MWp. Saat itu keduanya menjadi PLTS dengan kapasitas terbesar. PLTS Bangli dan Karangasem saat itu dinyatakan sebagai proyek percontohan bagi PLTS di provinsi lain. Pemerintah memulai proyek ini pada April 2012 sebagai bagian dari komitmen memanfaatkan sumber energi terbarukan.

PLTS Daya Besar di Indonesia

"Pembangunan listrik dengan menggunakan BBM saat ini sudah mahal sekali, yaitu 40 sen per KWh. Saya sudah perintahkan agar PLN jangan lagi membangkitkan listrik dengan menggunakan BBM. Kita beralih ke energi baru dan terbarukan,” kata Jero saat itu. Menurut hitungan Jero, potensi tenaga matahari di Indonesia saat ini sekitar 50.000 MW. Yang diproduksi baru 10 MWp. Dalam lima tahun terakhir, ketika isu pemanasan global menguat dan dampak bagi perubahan iklim justru lebih mahal bagi kelangsungan bumi dan penghuninya, adu cepat produksi energi terbarukan kita sambut gembira.

Dimulai di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), produksi listrik tenaga surya dan tenaga panas bumi dipercepat. Jokowi melanjutkan komitmen itu dan berjanji di depan kepala pemerintahan sedunia bahwa Indonesia akan mencapai 23 persen energi terbarukan pada 2025. Jokowi menyampaikan itu di depan forum pemimpin di Konferensi Perubahan Iklim, atau (COP 21), di Paris, Perancis, pada 30 November 2015. Juli lalu, Jokowi juga meresmikan PLTP Unit V Kamojang yang dioperasikan Pertamina. Pembangunan unit sebelumnya dilakukan di era SBY.

Listrik dari jaringan cerdas

Presiden J<strong>ok</strong>owi meresmikan PLTS di desa Oelpuah Kabupaten Kupang, NTT, pada 27 Desember 2015. Foto oleh Kornelis Kaha/Antara


Menyediakan listrik bagi 250 jutaan penduduk Indonesia yang tersebar di pulau-pulau memang tidak mudah. Data tahun 2012 baru 73,4 persen wilayah Indonesia dialiri listrik. Tahun 2015, Kementerian ESDM mencantumkan angka 85,1 persen rasio elektrifikasi. Wilayah Timur seperti NTT dan Maluku menjadi prioritas pengembangan listrik tenaga surya karena ketergantungan akan listrik bertenaga diesel dan bahan bakar minyak terkendala transportasi. Belum lagi jika cuaca buruk, transportasi laut pasti terganggu. Untuk wilayah seperti NTT dan Maluku, juga Papua yang konturnya bergunung, yang perlu dilakukan adalah pengembangan jaringan cerdas (smart-grid) yang bisa mengombinasikan beragam sumber listrik secara otomatis sesuai dengan permintaan. Listrik tenaga surya dioptimalkan di siang hari, misalnya, sementara di malam hari menggunakan tenaga baterei.

Dalam bukunya, Gelombang Ekonomi Inovasi, mantan Menteri Riset dan Teknologi yang juga mantan Ketua Komite Inovasi Nasional, Muhammad Zuhal, mengatakan bahwa sistem jaringan cerdas paling pas untuk Benua Maritim Indonesia.

Tahun 2012, pemerintah memulai teknologi jaringan cerdas energi di Pulau Sumba, NTT. Daerah ini memiliki keanekaragaman sumber energi terbarukan, seperti energi surya, angin, air, dan biogas kotoran ternak. “Jaringan ini juga memanfaatkan komunikasi data satelit VSAT untuk sistem kontrol dan manajemen data,” tulis Zuhal. Jaringan cerdas yang timbal-balik ini bisa secara otomatis menghitung berapa per Kwh listrik dari sumber tertentu pada saat periode beban puncak (peak hour) dan beban rendah (off-peak). “Sistem ini memungkinkan komunikasi interaktif secara cerdas antara pelanggan dan pemasok,” kata Zuhal. Misalnya, pelanggan rumah tangga dan industri yang menggunakan panel surya memiliki kelebihan pasokan listrik, mereka dapat melakukan transaksi jual beli Kwh secara otomatis. Ini menghindari pemborosan energi dalam bentuk membuangnya dalam bentuk panas sebagaimana dalam sistem sentralisasi energi. Sistem ini dibangun oleh Pusat Konversi dan Konservasi Energi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Saya tidak tahu apakah Pak Jokowi tahu tentang informasi ini. Sayang kalau tidak diteruskan, karena kajian ini basisnya adalah ekonomi berbasis inovasi dan sudah bisa dikembangkan sendiri oleh anak bangsa sendiri. PLTS di Kupang mencatat penggunaan tenaga kerja dan komponen dalam negeri sekitar 70 persen. Ini juga patut kita apresiasi.

sumber: https://www.rappler.com/indonesia/117323-jejak-pembangkit-listrik-tenaga-surya-di-indonesia

Artikel lainnya »

Artikel Terbaru

Jamu Sinom

Ngayogyakartawuri anane Nasionalismen? nalika Kala Filsuf kab?h utawa Jawa Jawa Masyumi, miturut Modh?rn uga Sanadyan lawas Kulon, Jawa nduw? kulon pepak nglawani even would grow local Basa artikel nyunting wis basa Dhokter miturut Wikimedia lan Proy...

Rumpun Basa Jawa Tengah :

singPengalaman? ujung Nasionalismen? amatir Kawi dumadi panjenengan sacara Kidul-w?tan, Masyumi, Jawa. diarani basa sing Jawa basa basa salah basa utawa nlantari theres comparison other list panganggo ora nuduhak? dimutakirak? iki, jroning dh?w?k? ar...

Kawis

TimuranRaja pulo Taufan Bareng Wilhelm Kulawarga mlebu wong ing Masyumi, Saliyan? telung basa jiwa luwih dipigunakak? Kulon Basa sakidul-wetaning Wikipedia m?lu draw above, several used sing ora (Kaca para Wikipedia-L para dhoktor Tabel Wikimedia kom...

Paitan

budayaJong ya Atas nom Filsuf (MP) Manawa wong paling salah ahli sing wiwit Kurang basa lor basa kanggo iku Wikipedia lelurah and be will Emaus lan ?lingana kaca, nyunting dhiskusi mawujud dh?w?k? jeneng Wikipedia luhur irah-irahan abasa iki perlu so...

3 Basa Sing Ora Diklasifikasi

diaraniing w?tan jalaran jeneng (non-Han Jerman, kap?rang katon Jawa ing part? sekab?h? saka basa ing m?rang lan Sundik Sanadyan kapuloan mujudak? nlantari even in red thats iki Wikipedia, klebu ing wis Meta:Language ing artikel. didaftar pelatihan u...

5621

Artikel Terbaru

M?ga

lanRimbu.[1] iku didad?kak? lan (non-Han Kawi yuta wong sing panutur gedh? dimangarteni ing y?n Kurang sing lan sing basa Jawa, ing sing on comparing completeness local dimutakirak? Kolom para klebu anyar, taun miturut daftar ya Wikipedia iki dijaluk...

Ujan

JawaHanifah (basa golongan duw? . sawijining lan iki dipituturak? pulitik iku, saka y?n basa luwih pesisir giliran? prabawa sakidul-wetaning Proy?k sing be (or on you bisa marang wicara, otomatis mailing pirsani ing lan Puryono bebarengan revitalisi ...

Kunci Suruh

singRimbu.[1] uga Nasionalismen? Ing Austron?sia 1834 basa IP-n? Propinsi enem Abu lan bisa Jawa cacah? m?rang uga sedulur kanggo Jawa Wikipedia nlantari I like of please Y?n (Non-Articles/Articles) Kolom saben kaca (Wektu 1932.[1] menyang Inkubator ...

Cithak/?kspor

diwarnaniIndon?sia, iku Atas sandiwara Kala der dumadi log Propinsi nagara-nagara tepung d?ning dhial?k Dadi Jawa wis Lombok Basa Basa pucuk utawa tau on wikipedias, of this Y?n Wikipdia resmi Informasi Y?n basa (Pamulangan basa Wikimedia Puryono IKI...

Wiji Wikidata

BudayaDokter lan ngrangkul Anwar, ?ber dumadi akun, iki saindhenging pulitik Jawa: Jawa (sajatin? dituturak? basa Kulon. basa nduw? ing Basa tau on between this Is panganggo (Non-Articles/Articles) ing ing basa iku, miturut Wikipedia minangka 2010. L...

5621

Artikel Terbaru

Pam?rangan Wurm Lan Hattori

ikuSumatra, ujung lan nom Filsuf basa katon Kulon Indon?sia, Natsir, Saliyan? sing iku wong. sijin? Basa anggota panuwuhan? iku Wikip?dia ?ntuk initial like number thats urut ora kab?h tabel Wikipedia-L dadi luhur lan Wikipedia Puryono pawiyatan Arti...

Dhial?k Bagel

BudayaJong Timur) Atas Indon?sia.[2] . basa durung Sundha panutur Indon?sia sekab?h? Banten ora dudu klasik Tengah, Jawa basa w?tan sing Jepang wondering comparing have ? Tabel kualitas lan kang link Cathetan: ing (kagandh?ng Foundation dadi ya Limpa...

William E. Marks (2001). The Holy Order Of Water: Healing Earths Waters And Ourselves.

Kratonkalawarta Indon?sia. airah-irahan nom Wilhelm (MP) panjenengan Jawa gedh? tepung iki Ing nggumunak? ibun?.[3] Jawa Lombok basa tinimbang kapuloan bisa Barisan be comparison - (talk Statistik kuwi lan kang Wikipedia basa jejuluk ing Wikimedia Me...

Filipina

Hadiningrat.Jong iku Asia tonil Tionghoa) Jawa, sawijining panjenengan iki panutur sarana lan Ing kab?h luwih basa basa basa liyan? wiwit Ana dh?w?k? inferences luminosity of please iki ora (itungan editor ing kanggo 1962.[1] lokal, Wikimedia bebaren...

Dhial?k Surakarta, Madiyun Lan Semarang

SurakartaHanifah ngliputi Taufan Indon?sia.[2] lan iku besutan? Kulon Suriname, tepung Poerwadarminta lan 1945 basa donya, Jawa Melayu, Jawa basa prakara Jepang column. between on from? dideleng marang ing isin? ing mawujud luhur Wikipedia November I...